penipuan mlm k-link

  • Bagikan
1. MLM adalah bisnis menipu.
Ya. bisnis MLM adalah bisnis menipu. Saya katakan menipu sebab,
Menjanjikan sukses finansial setelah sekian tahun
 (MLMers K-Link menjanjikeun 3 tahun atau ada yg lain????), dengan cara terus menggaet member baru sbg Downline, dan para Downline disuruh juga menggaet Downline baru. Begetoo seterusnya… Inilah nyang saya katakan sebagai piramida satu-satu, (ato dua-dua tergantung settingan awalnya).

Bisnis model begini jelas hanya menguntungkan “pendatang awal“. Artinya, orang-orang nyang menjadi member diawal-awal bisnis ini didirikeun, nyang relatif cepat menangguk kesuksesan. Ndak percaya ? Kita ambil analogi begenee, Ada satu juta manusia, dan semuanya suruh mangslup menjadi anggota MLM. Kira-kira orang ke sejuta dapet apa yaaa….??? Mingsih ndak percaya jugak ? Cobak sekarang kita aplikasikeun, sayah akan ongkosi si pemilik Blog K-Link ini untuk bergabung dengan Network 21 (AMWAY), ato CNI, ato Tiens, ato MLM apalah nyang udah basi. Sayah brani njamin, meski dia prospek sehari 25 jam, seminggu 300 prospektus, tetep aja gagal. Kenapa begetoo ? Ya karena prospektus baru denger nama Amway ato CNI aja udah alergi… Artinya, udah sulit untuk berbisnis karena “terlambat masuk” sebagai member.

Membayar terlalu mahal untuk produk nyang biasa-biasa saja.
    Misalnya mie instan ato kopi nyang diklaim mengandung ginseng sehingga memberikan efek nyang bagus untuk kesehatan tubuh. Apa iya ??? Emangnya dengan sekutil ekstrak ginseng akan memberikan efek segitu hebatnya ??? Negh, denger yah, Saat sayah ke Korea Mei 2006 lalu, sayah menyambangi sekilas kebun-kebun ginseng jugak mendatangi GINSENG CENTER, AUTHORIZED BY GOVERMENT, (hanya ada 2 tempat di Seoul). Artinya, ginseng nyang seasli-aslinya ginseng HANYA DIJUWAL DI KOREA !!! Bahkeun, untuk menjaga keasliannya, kita cuman bisa mbeli max 2 paket per orang (skitar $ 1600) . Lebih hebat lagi, saat belanja kita cuman mendapatkeun Invoice, dan kita tukarkeun dibandara SAAT KITA AKAN MENINGGALKEUN KOREA !!!. Jadi ginseng nyang (konon) di dalam mie dan kopi itu pastilah ginseng abal-abal…

    Produknya sangat ampuh sakti mandraguna. Top markotop, gut marsogut.
Sehebat air raksa nyang melebur emas. Misalnya sebuah produk Upil, eh kloropil dari K-Link, mampu menangani masalah Mimisan sampai Gonorhea !!! silakan check disini. Weleh…weleh… ampuh tenan… Bahkan, kalok nyang minum upil, eh kloropil itu mengalami mencret-mencret ato gatel-gatel, mereka bilang sebagai proses Cleansing ! Gile bener…. Doloo, saat sayah mingsih ngantor di Menara Kadin (1998-2000), Kasir kantor sayah mengkonsumsi produk suplemen dari MLM Malaysia, DXN. Saat awal dikonsumsi mengalami gatal-gatal. Kemudian oleh si MLMers DXN dibilang itu proses detoxifikasi, jadi makan aja terus nanti lama-lama ilang gatelnya. Apa nyang terjadi ? Gatelnya makin parah, mengoreng, dan bahkan akhirnya gagal ginjal lalu Dood alias mati….

    Mengaku-aku bisnis MLM ini dibangun dengan kekeluargaan, persaudaraan, kasih sayang, sepenuh hati, perhatian sama yang lemah, dst, dst….

    Entah yang ditampilkan beneran ato bersandiwara, tulus ato ada maunya, mereka para MLMers udah sangat sulit dibedakeun saat mereka senyum-senyum beramah tamah. Memang begetoolah doktrin MLM, semua orang kudu di senyumin, di ramahin, sapa tau bisa “ditipu” untuk jadi Downline….

    Mengaku-aku produknya asli alami, herbal, akrab lingkungan.
Bla…bla…bla… Sapa segh nyang bisa njamin itu produk bener-bener alami ??? Dari tampilan komposisinya ajah ketauan banget itu komposisi kimiawi (minimal, bercampurlah…). Tapi mingsih jugak ngeyel sebagai produk alami. Parahnya lagee, ada MLM bangkotan nyang tega menipu konsumennya bahwa kemasan produknya akrab lingkungan karena terbuat dari plastik khusus. Walah ! Setau sayah, nyang namanya plastik adalah jenis material nyang butuh waktu 1000 tahun untuk ancur…..

    Secara “sembarangan” menukilkan buku Rich Dad Poor Dad, seolah-olah Robert Kiyosaki sangat mendukung MLMers.

    Memang, di Rich dad Poor Dad, Kiyosaki membahas secara khusus dalam satu bab tentang bisnis networking, dimana Ia mengatakeun perlunya belajar bersosialisasi, belajar membuat jaringan. Salah satunya adalah dengan menjadi member MLM. Tapi bukan serta merta Kiyosaki menyuruh kita mempertaruhkeun hidup kita dalam bisnis MLM !!! Karena esensi pembelajaran ala Kiyosaki BUKAN MEMBANGUN BISNIS MLM !!!, tapi lompat di Quadrant selanjutnya, yakni memiliki perusahaan sendiri…

    Sementara itu para MLMers selalu mengatakan, bahwa bisnis MLM nyang mereka jalankeun adalah milik sendiri. Itu adalah salah besar !!! MLMers bukan menjalankeun bisnis milik sendiri. Tetapi milik orang lain. Tetap aja para MLMers itu sebagai “alat”.

    Contohnya K-Link ini, nyang punya dan nyang pinter itu orang Malesia. Dialah THE REAL OWNER atas K-Link. Orang Malesia lah nyang bebas secara finansial ala Kiyosaki karena telah berada di Quadrant terakhir. Kasian orang Indonesanya nyang bego….

    Seingat sayah, posisi para MLMers ini selevel sama agen angsurangsi. Malah menurut sayah lebih hebat agen angsurangsi, karena ia tanpa membeli produk (saat joint pertama kali), cukup membangun jaringan, dan menghasilkeun komisi.
    Beberapa agen angsurangsi nyang sayah kenal bahkeun menghasilkeun komisi hingga 500jt / bulan (sungguh, lebih dari itu malah…), dan kini teman-teman saya itu mulai melangkah ke Quadrant selanjutnya…

2. MLM adalah HARAM dalam Islam

    Mengapa saya katakan haram?? (ini hanya pendapat saya….sampean-sampean yg mungkin lebih fiqh yo monggo berpendapat lain)

    Saya juga bukan seorang ustadz atau orang ngerti betul agama… ya mohon maaf lah, ndak mungkin sayah menukilkan ayat-ayat nyang mendukung maupun hadist tentang hal ini. Kalo ada nyang berniat mendalaminya, silakan telusuri sendiri (usaha dikit napa ? ).(sebelom sayah nulis panjang lebar, sayah ingatkan, bacalah pelan-pelan dengan penuh perasaan…)

    Dalam MLM, sebuah bisnis dibangun dengan konsep piramida.
    Misal begini, Si Sontoloyo merekrut A dan B menjadi Downline. Kemudian, A merekrut Asyi dan Asyu (menjadi Downline). B merekrut Bas dan Bus (menjadi Downline), Terus Asyi merekrut Anjir dan Anjrit. Sementara si Asyu merekrut Asyu Loe (mungkin orang chinesse) dan Asyu Siah (nyang ini mungkin orang parahyangan). Begetoooo seterusnya….. Nah, Katakanlah, sampai dengan Level kesepuluh dibawah Sontoloyo, si Sontoloyo ini mingsih bisa mengenali seluruh Downline-Downline nya. Apal luar kepala nama-nama mereka, dimana uang komisi (dari Downline) mengalir deras ke kantongnya.

 Ok, sampai disini sah-sah saja. Tetapi, (baca: tetapi) MLM beginian kan ndak mengenal batas. Sampai Level berapapun akan terus ada Downline sepanjang MLM ini mingsih laku dan mampu merekrut Member baru. Naaaah,…… dasini lah masalah mulai timbul.

Pertanyaanya, apakah si Sontoloyo ini mampu mengenali Seluruh Downline nya ??? Apa iya dia mampu menghapal seluruhnya, katakeunlah, sampai Level ke seratus ??? Kalo si Sontoloyo ndak mampu mengenali downline nyang jawuh dibawahnya, berarti uwang komisi nyang ngalir (dari Downline nyang jawuuuuh) ke kantongnya adalah BUKAN HAKNYA. Didalam Islam, ada prinsip saling mengenal dalam berbisnis.

Mengenali antara penjual dan pembeli, ato bahkeun dengan makelarnya sekalipun. Kemudiyan, bila si Sontoloyo menikmati keuntungan dari Downline nyang jawuh dibawahnya dan bahkeun ndak saling mengenal diantara keduwanya, maka keuntungan tersebut adalah bukan haknya, karena bukan haknya, otomatis menjadi haram. Nah…

    Sekali lagi, mohon dipersori kalo sayah ndak mampu menukilkan ayat ato hadist nya dasini. Tapi setidaknya sayah meyakini apa nyang sayah tangkap dalam obrolan sayah dengan seorang nyang ahli dalam (fiqh) Islam. Menyadari bahwa ilmu agama sayah cetek (dangkal) membuwat sayah harus kritis sebelom sayah bisa menerima sesuwatu dibilang haram ato ndak. Bukankah sebaeknya memang begetoo ?

    Dan tentunya, bila seseorang lebih ahli daripada kita dalam masalah Fiqh Islam, dan dia berani mengatakeun sesuwatu sebagai haram, apakah sayah hendak menentangnya jugak ? sementara sayah ndak punya dalil untuk menolak pendapatnya karena dangkalnya ilmu agama sayah….

obat k-link pembawa maut :

Empat hari jalani perawatan di RSUP H Adam Malik, Ngatini alias Maulida (38) akhirnya menghembuskan nafas terakhir, dinihari kemarin (6/4). Diagnosa dokter, warga Dusun II, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang ini, tewas karena gagal ginjal akut akibat keracunan suplemen K Link.
Awalnya, Ngatini hanya mengeluhkan flu, batuk dan mual yang dialaminya sekitar 2 bulan lalu. Usai dirawat di RSU Bidadari Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai Utara, Ngatini sembuh dan pulang ke rumah. Beberapa hari di rumah, sebuah tawaran yang akhirnya merenggut nyawa, sampai kepada M Nur, suami Ngatini. Ngatini disarankan mengkonsumsi suplemen. Tawaran itu sempat tak digubris M Nur.

Beberapa hari berikutnya, kediaman pasutri ini kedatangan tamu yang mengaku dari perusahaan obat-obatan alami bernama K-Link. Seorang diantaranya bernama Mala, PNS Puskesmas Stabat. Ngatini diperkenalkan berbagai produk K-Link. Diantaranya, Liquid Chlorofil, Vita Plus, Gamet Vitagel untuk menyembuhkan penyakit gatal dan Kino.

Bujukan Mala dan temannya berhasil. Kebetulan Ngatini juga menderita gatal-gatal hingga dia membeli suplemen K-Link, termasuk Larutan Organik Spirulina senilai Rp 1,5 juta. Usai dikonsumsi, Ngatini merasakan aneh. Badannya gatal luar biasa hingga ke wajahnya. Kedua sales yang sebelumnya menawarkan obat-obatan itu dihubungi dan Ngatini menjelaskan efek obat yang dikonsumsinya.

Ngatini malah disarankan mengoleskan Liquid Chlorofil ke seluruh tubuh yang gatal tanpa dicampur air. Itu hanya reaksi obat saja, tutur sales itu. Anjuran itu diikuti. Anehnya, rasa gatal itu makin parah. Parahnya, kulit Ngatini malah menghitam dan menggelembung. M Nur pun melarikan istrinya ke RSUP H Adam Malik.

Selama dirawat, Ngatini harus tidur beralaskan daun pisang dan dilapis handuk karena selalu kepanasan. Dr Azwan Hakmi Lubis, dokter yang ikut menangani penyakit Ngatini mengaku, kematian wanita itu akibat gagal ginjal akut usai mengkonsumsi obat-obatan K-Link. “Korban terkena penyakit gagal ginjal akut akibat minum suplemen itu. Namun kita belum bisa pastikan yang mana antara lima suplemen itu yang membuat kulitnya menjadi berubah seperti itu,”ujarnya.

Terpisah, Kabag Hukum Dan Humas Drg Atmawijaya yang saat itu juga berada di ruangan Dr Azwan menjelaskan telah melakukan pencucian darah dua kali pada Ngatini. “Itu berguna untuk membersihkan racun-racun yang ada didalam tubuhnya. Ngatini meninggal sekira pukul 4 pagi yang langsung dibawa pihak keluarga kerumahnya,”tambahnya.

Sementara itu, M Nur mengaku akan mencari keadilan. “Menurut keterangan dari dokter penyakit dalam dan ginjai RS Adam Malik, kadar uremium istri aku sangat tinggi. Mencapai 280, sementara kadar urenium untuk manusia normal 50. Dari situlah diketahui istri aku keracunan akibat penggunaan obat-obatan itu,”ujar M Nur.

Selama istrinya dirawat di RS Adam Malik, mereka sempat didatangi pihak yang mengaku perwakilan K-Link di Medan. M Nur diajak berdamai dan kerjasama serta tak mengekspos kejadian yang menimpa istrinya kepada media. Bahkan dia juga dijanjikan akan dibawa ke Jakarta untuk audensi pada konsumen K-Link soal kehebatan obat-obatan produk K-Link dan kematian istrinya bukan karena suplemen tersebut.

Kontan permintaan itu ditentang M Nur. “Sekarang yang saya minta pertanggungjawaban pihak K-Link terhadap istri saya. Jangan anda memikirkan kerjasama untuk mempromosikan obat-obatan anda,”tentang M Nur dan sempat berdebat. “Bagaimana mungkin saya menerima tawaran K-Link untuk membuat perdamaian secara lisan. Diminta pakai segel, mereka tak mau. Malah yang dipikirkannya asik masalah obat-obatannya saja, bukan dipikirkannya pertanggungjawaban produk mereka istri saya. Aku juga diancam gini, jangan sampai berita tentang ini disampaikan kepada media, karena segala biaya perobatan dan biaya pemakaman tak akan jadi tanggungan kami,”tandas M Nuh kepada POSMETRO MEDAN.

5 dokter penyakit dalam dan penyakit ginjal RSUD Adam Malik Medan, menyatakan bahwa nyawa Ngatini tidak tertolong akibat tingginya kadar uremium dalam tubuh. Ginjal pun mengalami pembengkakan serta pembuluh darah pecah akibat panas dalam tubuh. Pompa jantung terpacu begitu cepat hingga tak mampu menahan gejolak yang terjadi dalam tubuhnya.

Namun tudingan itu dibantah K-Link Indonesia. Temu pers yang dihadiri Corpororate Affairs Manager Bayu Riono, Penanggung Jawab Produk Fatma Dwi Amartani, dr Anggia dan dr Yosephin Silitongga. dr Anggia menuturkan, penyakit yang diderita oleh Ngatini merupakan jenis Stevens Johnson Syndrome, yang terjadi akibat efek dari keracunan obat yang terakumulasi pada tubuh pasien. Hal ini biasa terjadi, katanya, salah satunya disebabkan karena penggunaan obat yang tidak benar. Namun, untuk membuktikan hal itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk autopsi jasad Ngatini yang telah dikuburkan.

“Tidak relevan gagal ginjal yang divonis oleh dokter Haji Adam Malik,” ucapnya yang berkilah tidak ada membela siapa pun. Anehnya, dr Anggia bukanlah dokter yang menangani kondisi Ngatini dan mengaku mendapat hasil resume medis dokter yang menangani Ngatini, yakni dokter Dika. “Saya hubungi via telepon, dokter yang menangani pasien kebetulan adik stambuk saya. Saya pinjam medical recordnya dan dr Dika tidak berani memutuskan penyebab kematian pasien,” ungkapnya.

Sementara, Penanggung Jawab Produk PT K-Link Indonesia Fatma Dwi Amartani, menilai obat-obatan yang diproduksi oleh pihaknya tanpa ada kecacatan. “Itu tidak mungkin terjadi. Karena bahan yang digunakan dari bahan-bahan alami,” ucapnya.

Sumber: www.posmetro-medan.com

dipublikasikan oleh +Rinal Purba dengan judul mlm k-link penipu/penipuan

Refrensi Produk propolis K-LINK:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *